Doa Ketika Turun Hujan atau Gerimis Singkat

By | Agustus 26, 2019
doa saat ketika turun hujan gerimis

Bacaan doa ketika turun hujan deras, gerimis, disertai angin dan petir tulisan arab, latin dan artinya.

Doagama.com – Doa ketika turun hujan atau gerimis singkat. Hujan atau gerimis dalam intensitas kecil merupakan peristiwa turunnya sejumlah air dari awan menuju ke permukaan bumi.

Kita tentu tahu teori perputaran air di mana awalnya air berasal dari dalam bumi kemudian muncul di mata air pegunungan lalu turun dari hulu menuju hilir melalui sungai dan pada akhirnya bermuara ke laut.

Ketika di laut, air secara sedikit demi sedikit akan menguap kemudian ditampung oleh awan dan jika volume air pada sebuah awan sudah memenuhi batas, maka awan akan menurunkannya kembali ke bumi.

Cuaca hujan menimbulkan hawa dingin di sekitar. Selain itu, air dalam intensitas yang banyak bisa saja menimbulkan genangan di suatu tempat atau bahkan banjir di beberapa daerah yang tidak memiliki saluran air baik.

Musim penghujan di Indonesia terjadi setelah musim kemarau, tepatnya setelah pertengahan tahun yakni biasanya dimulai saat bulan Agustus-September dan berakhir di bulan Maret-April.

Musim hujan terjadi selam sekitar 6 bulan. Di negara beriklim tropis, udara lembab dari hujan dapat menjadi suasana yang menyejukkan serta membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang.

Hadits Berdoa Ketika Turun Hujan

Hujan adalah anugerah dari Allah SWT sebagaimana rezeki, hujan merupakan berkah yang tidak ternilai harganya oleh karena itu patut kita syukuri dengan mengucap doa kepada Allah Ta’ala.

Namun hujan juga dapat menjadi bencana bila jumlahnya sangat banyak dan terjadi dalam waktu yang cukup lama seperti kisah Nabi Nuh AS yang sangat terkenal.

Nabi Nuh AS membuat kapal untuk menyelamatkan manusia diwilayahnya yang akan terkena azab dari Allah SWT namun sebagian dari mereka tidak percaya dan menganggap Nabi Nuh AS hanya berkhayal.

Allah SWT kemudian mengirim hujan yang sangt deras hingga membinasakan seluruh orang yang tidak percaya atas perkataan Nabi Nuh AS dan tidak bertaqwa kepada-Nya.

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Artinya :
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, “Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].” – (H.R. Bukhari nomor 1032).

Dalam hadits tersebut Baginda Rasul selalu berdoa agar setiap tetes air hujan yang turun ke tanah akan menjadi berkah yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk-makhluk yang menhuninya.

Membaca doa ketika turun hujan meerupakan amalan yang sangat istimewa karena menurut Rasulullah SAW, ada dua doa yang tidak akan ditolak apabila diucapkan.

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.”

Bacaan Doa Ketika Turun Hujan

doa ketika turun hujan
doa ketika turun hujan

Sebagian orang mengeluhkan hujan karena dianggap memberi dampak negatif dengan membuat aktifitas mereka menjadi terhambat. Namun sesungguhnya apabila setiap hujan diamalkan menjadi sebuah doa, maka hujan akan menjadi nikmat.

Kecuali ya memang tujuan Allah SWT menurunkan hujan untuk memberi cobaan atau azab kepada manusia. Namun itu berbeda konteks karena Nabi Muhammad SAW mengucap doa setiap kali turun hujan.

Berikut adalah beberapa bacaan lafadz teks doa ketika turun hujan dari Nabi Muhammad SAW dalam tulisan arab, latin dan artinya atau terjemahan Indonesia.

1. Doa Ketika Turun Hujan

Dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebelumnya mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengucap doa berikut saat ada hujan.

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allahumma shoyyibian naafi’an.

Artinya :
“Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.”

2. Doa Ketika Hujan Lebat

Nabi SAW mengucapkan doa berikut ini ketika turun hujan lebat agar cuaca kembali cerah dan memberi kebahagiaan bagi umat manusia di muka bumi.

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya :
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

3. Doa Setelah Turun Hujan

Ketika hujan reda, Kanjeng Nabi Muhammad mengucapkan doa berikut sebagai ucapan syukru atas berkat yang diberikan oleh Allah SWT kepada bumi dan seisinya.

أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

Artinya :
“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), makadialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.”

Adab Ketika Turun Hujan

Hujan merupakan karunia. Seprti halnya 80% tubuh manusia yang etrdiri dari air, hujan pun memberi nyawa bagi kehidupan di bumi. Maka dari itu manusia akan sangat kerepotan bila tidak ada hujan dalam kurun awaktu yang lama.

Ketika itu terjadi, maka umat muslim dapat mengerjakan sholat untuk memohon hujan turun atau biasa disebut dengan sholat istisqo. Saat hujan turun maka kita wajib mensyukurinya dengan mengerjakan beberapa amalan.

Selain itu sebagai umat Islam ada beberapa adabyang patut dikerjakan apabila hujan turun, berikut adalah hal-hal yang bisa dijadikan adab dan amalan ketika turun hujan.

  • Pertama adalah membaca doa ketika hujan turun atau sesudah hujan reda seperti yang dijelaskan sebelumnya.
  • Berteduh di tempat yang tidak terkena hujan, jangan main-main di bawah air hujan karena bisa masuk angin.
  • Dianjurkan berwudhu dengan menggunakan air hujan karena jelas kesuciannya dibanding air yang sumbernya entah dari mana.
  • Janganlah mencela hujan karena sejatinya hujan merupakan berkah dari Allah SWT.

Hujan memang berkah dari Allah SWT namun bukan berarti kita menyambut dengan sikap yang berlebihan ketika hujan tersebut turun. Sikap berlebihan inilahyang tidak disukai oleh Allah SWT.

Saat hujan turun, perhatikan pula saluran air apakah terdapat sampah atau tidak. Pastikan bahwa selokan bebas dari kotoran sehingga air hujanyang turun dapat mengalir dengan lancar.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah banjir sebagaimana contohnya Jakarta yang mudah sekali tergenang air banjir bahkan walaupun kadar atau volumenya sangat sedikit.

Untuk itu, sangat penting mengingat bahwa membuang sampah harus pada tempatnya agar tidak terjadi hal yang buruk saat hujan. Selain itu, Allah SWT juga menyukai orang-orang yang menjaga lingkungan.

Akhir Kata

Itulah beberapa kalimat teks lafadz tulisan bacaan doa saat ketika turun hujan, yang singkat dan panjang, sesuai sunnah, shahih dengan dalil atau hadits yang dilampirkan.

Mari sama-sama mensyukuri nikat Allah SWT atas berkah air hujan yang diturunkan sehingga kita tidak kekurangan air di muka bumi. Semoga bermanfaat. Alhamdulillah.

Baca :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *