Niat dan Tata Cara Mandi Wiladah Setelah Melahirkan

By | Oktober 7, 2019
niat dan tata cara mandi wiladah

Niat doa dan tata cara mandi wiladah atau mandi wajib junub setelah melahirkan selepas bersalin.

Doagama.com – Niat dan tata cara mandi wiladah setelah melahirkan. Wanita adalah makhluk yang sangat istimewa kedudukannya di mata Allah SWT, karena melalui wanita, akan lahir manusia-manusia baru yang menghuni bumi.

Sudah menjadi kodrat seorang wanita untuk melahirkan buah hati. Setelah mengandung selama 9 bulan, wanita-wanita di dunia akan melahirkan bayi mereka masing-masing.

Bayi yang lahir tentu dalam kondisi kotor dan berlumuran darah. Secara tidak langsung, darah dan kotoran tersebut akan menempel ke tubuh sang ibu sehingga tubuh wanita melahirkan akan kotor dan penuh najis.

Maka dari itu, setelah bersalin atau melahirkan, seorang wanita muslimah wajib mandi junub atau mandi wiladah (mandi setelah melahirkan). Mandi ini harus dilakukan seorang wanita baik yang melahirkan secara normal ataupun caesar.

Selain selepas melahirkan atau bersalin, wanita yang wajib mandi wiladah adalah mereka yang (mohon maaf) keguguran baik bayi atau janin mereka keluar dalam bentuk gumpalan darah atau gumpalan daging.

Mungkin sebagian ibu atau wanita yang hendak melahirkan belum tahu soal mandi wajib sesudah melahirkan. Bagi yang belum tahu, bagi wanita-wanita yang tengah mempersiapkan persaliannya wajib membaca artikel ini.

Karena sebelum mandi junub setelah melairkan, sebagai wanita, kita perlu mengetahui doa niat dan tata cara melaksanakannya. Berikut adalah penjelasan secara lengkap mengenai niat dan tata cara mandi wiladah.

Bacaan Niat Mandi Wiladah

niat mndi wiladah
niat mndi wiladah

Mengenai lafadz niat mandi wiladah sebenarnya hampir mirip dengan doa mandi wajib. Apabila kita membaca pada artikel niat mandi wajib, maka kita akan mengetahui bahwa perbedaannya sangatlah sedikit.

Perbedaannya hanya terletak pada kata “akbari” yang terdapat pada doa niat mandi wajib diganti menjadi “wiladati” pada doa niat mandi wiladah. Selebihnya bacaan niatnya tidak ada perbedaan.

Niat mandi wajib seusai bersalin ini dibaca pada saat hendak mandi, tepatnya ketika akan mengguyur sekujur tubuh menggunakan air yang diambil dari gayung atau saat hendak menyalakan kran shower.

Dalam membaca niat kita tidak boleh melakukannya dengan maksud untuk main-main. Niat mandi junub seusai melahirkan ini harus dibaca dengan sungguh-sungguh supaya malaikat rakib mencatat amal perbuatan baik kita.

Berikut adalah teks, lafadz, kata, ucapan, kalimat, bacaan doa niat mandi wiladah setelah atau selepas melahirkan bayi dan bersalin dalam bahasa Arab, tulisan latin dan artinya atau terjemahan Indonesia.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْوِلاَدَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla lirof’i hadatsil wilaadati lillaahi ta’alaa.

Artinya :
“Saya niat mandi menghilangkan hadats wiladah karena Allah Ta’ala.”

Makna dari doa mandi wiladah ini adalah untuk membersihkan sekujur tubuh dari hadats besar. Mandi tidak perlu dilakukan langsung setelah bayi lahir.

Melainkan bisa dilakukan ketika tubuh sudah siap untuk berdiri. Jadi, yang terpenting adalah menjaga kesehatan jangan sampai sakit gara-gara memaksakan diri untuk langsung mandi junub.

Tata Cara Mandi Wiladah

Secara garis besar mandi wajib selepas melahirkan dilakukan sama sepeti mandi wajib biasa. Dan bagi yang belum tahu, di sini akan dibahas bagaimana tata cara mandi setelah melahirkan.

Yang perlu disiapkan sebelum mandi antara lain air yang bersih, sabun mandi boleh cair atau batang, pasta gigi dan shampo juga perlu disiapkan karena yang akan kita bersihkan adalah seluruh anggota tubuh.

Berikut adalah tata cara, langkah-langkah, tuntunan, panduan, mandi wiladah bagi wanita perempuan yang baru saja melahirkan baik anak tunggal maupun anak kembar.

  • Pertama adalah membaca niat mandi wiladah sebagai mandi wajib setelah melahirkan dengan lafadz niat untuk menghilangkan hadats besar.
  • Setelah berniat dilanjutkan dengan membaca kalimat basmallah yakni “bismillahirrahmaanirrahim.”
  • Kemudian, cucilah kedua telapak tangan sebanyak tiga kali untuk bersuci pertama kali karena tangan akan digunakan sebagai bagian tubuh inti untuk membersihkan anggota tubuh lain.
  • Bersihkan kemaluan atau jalan keluar bayi dengan menggunakan tangan kiri dan air bersih. Lakukan berulang-ulang dan bila perlu gunakan sabun atau wewangian supaya kebersihannya terjamin.
  • Lakukanlah wudhu sambil membaca doa wudhu membasuh seluruh anggota tubuh seperti yang dilakukan pada saat mandi wajib.
  • Siram bagian atas tubuh sebanyak tiga kali dengan jumlah air sebanyak satu kepalan tangan dengan mendahulukan bagian tubuh yang kanan terlebih dahulu.
  • Ratakan ke seluruh anggota tubuh, terutama pada bagian-bagian yang terkena kotoran berupa darah atau yang lain sambil menggunakna sabun mandi.
  • Basuh kedua kaki dan pastikan bahwa semuanya telah bersih sempurna.

Hadits dan Hukum Mandi Wiladah

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa mandi wiladah ini hukumnya wajib bagi muslimah yang melahirkan. Apabila ditinggalkan maka ia berdosa dan tubuhnya tetap dianggap memiliki hadats besar.

Oleh karena itu, bila wanita tidak melaksanakan mandi wiladah seusai melahirkan maka sholatnya tidak sah karena di dalam tubuhnya masih tersisa hadats besar yang menempel.

Waktu nifas seorang wanita yang baru saja melahirkan adalah 40 hari. Dan selama itu pula wanita tidak diperbolehkan melaksanakan sholat akan tetapi harus menggantinya di hari lain.

Setelah nifas berhenti, maka ia harus segera mandi dan menunaikan sholat wajib. Namun hal itu tidak berlaku apabila wanita telah melihat dirinya suci sebelum 40 hari.

وقد أجمع أهل العلم من أصحاب النبى -صلى الله عليه وسلم- والتابعين ومن بعدهم على أن النفساء تدع الصلاة أربعين يوما إلا أن ترى الطهر قبل ذلك فإنها تغتسل وتصلى

Artinya :
“Ulama sepakat, baik dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para tabiin, maupun generasi setelahnya, bahwa wannita nifas, mereka meninggalkan shalat selama 40 hari, kecuali jika dia melihat telah suci sebelum 40 hari, maka dia harus mandi dan shalat.” – (H.R. Turmudzi).

Apabila seorang perempuan tetap mengerjakan sholat ketika dia lupa mandi wiladah, maka tidak apa-apa dan sholatnya asalkan setelah itu ia langsung mengerjakan mandi wiladah.

رفع القلم عن الصبي حتى يبلغ وعن النائم حتى يستيقظ وعن المجنون حتى يفيق

Artinya :
“Pena diangkat (maksudnya, kewajiban tidak dikenakan) atas anak kecil sampai baligh, dari orang yang tidur sampai bangun dan dari orang gila sampai sembuh.” – (H.R. Abu Dawud dan Nasai).

Akhir Kata

Itulah penjelasan mengenai niat mandi wiladah, jadi untuk calon mama, ibu, ummi, ukhti, wanita muslimah, perempuan islam, ingat baik-baik ya kewajiban mandi sesudah melahirkan.

Bolehkan mandi wiladah dan nifas disekalikan, setelah caesar, hukum, tata cara, bila perlu mandi wajib selepas bersalin, istihadah dan sebagainya secara lengkap dan jelas.

Baca :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *