Pengertian Thaharah, Dalil, dan Contohnya Dalam Islam

By | November 16, 2019
pengertian thaharah dan contohnya

Pengertian maksud thaharah, macam macam, dalil, pembagian, jenis, hikmah, cara, alat-alat, lengkap pdf.

Doagama.com – Pengertian thaharah, dalil, dan contohnya. Mungkin ada bebeapa orang yang bertanya apa itu thaharah, toharoh, atau thoharoh menurut agama Islam?

Nah kebetulan di sini kita akan membahas salah satu pengertian dari kata atau kalimat yang sering diucapkan guru agama kita. Memang kata tersebut terbilang cukup asing di telinga dibanding kalimat sejenis lainnya.

Thaharah sendiri merupakan miftah atau gerbang pembuka untuk memasuki ibadah. Jika tidak melakukan thaharah, ibadah yang kita kerjakan baik sholat maupun puasa tidak akan sah di mata Allah SWT.

Karena merupakan pembuka pintu gerbang untuk ibadah, thaharah menjadi hal yang wajib dilakukan seorang muslim, termasuk laki-laki dan perempuan.

Oleh karena saking pentingnya thaharah itu, pada kesempatan yang baik ini kami akan menjelaskan apa itu pengertian dan ringkasan mengenai thaharah.

Selain itu, kami juga akan menuliskan beberapa dalil dan hadits yang menjadi dasar thaharah itu sendiri. Kemudian, kami juga akan menjelaskan mengenai macam-macam atau jenis-jenis thaharah.

Pengertian Thaharah

Secara bahasa, thaharah memiliki arti “bersih”, sedangkan secara istilah, thaharah berarti membersihkan diri dari hadats dan najis yang menempel disekujur anggota tubuh.

Thaharah juga dapat diartikan sebagai hal yang dilakuakan untuk menjadikan sholat itu sah untuk dikerjakan seperti wudhu, mandi wajib, mandi wiladah, dan juga tayamum.

Pengertian lainnnya adalah thaharah dapat diartikan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk membuat sholat atau puasa yang awalnya tidak boleh dikerjakan menjadi boleh untuk dilaksanakan.

Bersuci tidak dilakukan hanya pada sekujur anggota tubuh, melainkan juga pada pakaian yang dikenakan serta tempat untuk beribadah baik itu rumah pribadi, mushola atau masjid.

Dalil Thaharah Dalam Islam

Ada tiga dalil yang menjelaskan pentingnya seorang muslim untuk bersuci dari hadats dan najis. Ada yang bersumber dari Ayat Al Quran dan ada pula yang berasal dari hadits shahih.

Berikut adalah dua dalil tentang thaharah atau bersuci yang diambil dari Ayat suci Al Quran, tepatnya dari surat Al-Baqarah. Ayat-ayat ini menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan serta menyucikan diri.

ان الله يحب التوابين ويحب المتطهرين البقرة

Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang bersuci.” (Al-Baqarah : 122).

عن ابي سعيد الخدرى “الطهور شطْرُ الإيْمَان” (رواه المسلم

Artinya:
“Kebersihan itu sebagian dari iman.”

Selain dua ayat Al Quran di atas, ada pula dalil yang bersumber dari sebuah hadits. Hadits ini ditulis berdasarkan pernyataan dari sahabat Nabi, Mus’ab bin Said. Berikut lafadz dan artinya:

عن مُصْعَب بن سَعْدٍ, قال: دخل عبد الله بن عمر على ابن سعوده وهو مريض فقال: الا تدعو الله لي, يا ابن عمر؟ قال: إنّي سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلّم, يقول: لا تقبل الصلاة بغير طهورٍ, ولا صدقة منْ غلولٍ وكنت على البصرة.

Artinya:
“Dari Mus’ab bin Sa’id berkata: Abdullah bin umar pernah menjenguk ibnu amir yang sedang sakit. Ibnu amir berkata: Apakah kamu tidak mau mendo’akan aku, hai ibnu umar?. Ibnu umar berkata: “saya pernah mendengar Rasulullah SAW. Bersabda: Shalat yang tanpa bersuci tidak diterima begitu pula sedekah dari hasil korupsi. Sedang kamu adalah penguasa bashrah.”

Macam-macam Thaharah dan Contohnya

Secara umum thaharah dapat dikategorikan menjadi dua macam, yang pertama adalah thaharah ma’nawiyah yang berkaitan dengan kesucian hati dan rohani dan thaharah hissiyah yang kaitannya dengan kecusian jasmani dan badan.

1. Thaharah Ma’nawiyah

Thaharah ma’nawiyah dilakukan untuk menyucikan hati, pikiran dan perasaan. Hal ini sangat penting dilakukan karena jika hati belum suci, percuma saja menyucikan badan.

Thaharah ma’naqiyah dilakukan dengan cara beramal sholeh, bersikap sabar, membiasakan diri untuk ramah terhadap siapapun, tidak berbuat maksiat seperti dengki, sombong, dendam, iri, benci, marah dan sebagainya.

2. Thaharah Hissiyah

Sedangkan thaharah hissiyah merupakan jenis thaharah yang dilakukan untuk menyucikan diri dari hadats baik hadats kecil maupun besar, termasuk kotoran dan najis.

Hadats kecil bisa kita bersihkan dengan berwudhu atau melaksanakan tayamum, sedangkan untuk hadats besar harus disucikan dengan cara mandi wajib atau junub.

Akhir Kata

Itulah penjelasan mengenai pengetian thaharah dan contohnya, bersuci, menyucikan diri, membersihkan diri dari hadats besar, kecil, najis dan kotoran yang menempel di tubuh serta pakaian.

Baca :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *