PUASA QADHA RAMADHAN : Niat, Tata Cara, Waktu

By | Juni 10, 2019
puasa qadha ramadhan

Niat puasa qadha ramadhan, hari yang diperbolehkan mengganti puasa ramadhan

Doagama.com – Puasa Qadha Ramadhan. Puasa Qadha atau pengganti adalah puasa yang dikerjakan jika kita melewatkan satu atau beberapa hari dengan tidak berpuasa pada bulan suci Ramadhan. Karena ramadhan merupakan kewajiban, maka kita harus mengganti bila tidak mengerjakan.

Puasa ini hukumnya wajib bagi yang meninggalkan puasa pada bulan suci Ramadhan. Ibadah ini bisa dikerjakan sebelum atau sesudah bulan Ramadhan tiba serta memiliki syarat dan rukun yang sama seperti ibadah puasa yang kita laksanakan pada bulan suci Ramadhan.

Baca : Puasa Ramadhan

Pada kesempatan ini saya ingin menuliskan artikel mengenai puasa ganti ramadhan ini. Meliputi bacaan doa niat qadha ramadhan, tata cara melaksanakan, waktu dan hari yang diperbolehkan hingga keutamaan. Silahkan disimak selengkapnya di bawah ini.

Keutamaan Puasa Qadha Ramadhan

Puasa ganti ramadhan yang hukumnya wajib ini memiliki beberapa keutamaan atau faedah. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Sebagai pengganti untuk membayar hutang puasa Ramadhan yang ditinggalkan
  • Mendapat pahala dari Allah SWT
  • Memberikan syafaat bagi yang menjalankannya
  • Senantiasa mengingatkan seseorang akan puasa pada bulan suci Ramadhan
  • Meningkatkan kesehatan jasmani karena berpuasa

Dan masih banyak lagi keutamaan atau manfaat puasa qodho ramadhan sebagai satu-satunya cara membayar hutang puasa wajib yang ditinggalkan.

Niat Pasa Qadha Ramadhan

Sedikit berbeda dengan puasa ramadhan, berikut adalah bacaan doa puasa ganti yang ditulis dalam bahasa Arab, tulisan latin dan terjemahan Indonesia.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin ‘an qadaa’in fardho ramadhoona lillahi ta’alaa.

Artinya :
“Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Berpuasa

Sama seperti berpuasa pada umumnya, untuk menjalankan puasa qodho, kita mulai dengan membaca niat dan mengakhirinya dengan berbuka yang manis-manis, berikut adalah tatacara melaksanakan puasa dalam agama Islam.

  • Membaca doa niat berpuasa pada malam hari (boleh setelah Sholat Isya)
  • Melaksanakan sahur bagi yang sempat bangun, jika tidak maka puasa tidak akan batal
  • Menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan ibadah puasa selama satu hari
  • Berbuka pada waktu matahari terbenam atau ketika masuk waktu sholat maghrib

Waktu Pelaksanaan

Tidak semua hari diperbolehkan untuk melaksankan puasa qodho atau puasa ganti. Terdapat beberapa waktu yang dilarang melaksanakan puasa. Berikut adalah waktu-waktu yang dilarang untuk berpuasa.

Sebenarnya terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu yang diperbolehkan untuk mengqodho puasa. Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah.

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ

“Dulu saya punya hutang puasa ramadhan. Dan saya tidak bisa mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban.” (H.R Muslim).

Sedangkan ada pula yang berpendapat menurut hadits Nabi Muhammad SAW.

لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari).

Dapat disimpulkan bahwa kita bisa melaksanakan puasa ganti setelah bulan Ramadhan. Atau jika ingin mengerjakan sebelum ramadhan, usahakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Akhir Kata

Itulah pembahasan lengkap mengenai Puasa Qadha Ramadhan. Ibadah yang hukumnya wajib bagi wanita yang berhalangan dan pria yang dengan alasan tertentu tidak bisa mengerjakan puasa ramadhan.

Baca :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *